Sedikit Analisis tentang TATP

Oleh Bagas Dika Anggoro pada Senin, Desember 12th, 2016


Kemarin ramai pemberitaan di TV tentang penangkapan teroris di bekasi. Dari tangan tersangka didapati bahan peledak yang disimpan dalam panci, seberat 3 kg. Dikatakan juga bahwa jenis peledak yang dipakai adalah TATP. Polisi menyatakan bahwa target para teroris adalah istana negara. Apabila bom ini meledak, akan efeknya akan menghancurkan di radius 300 m.

Mungkin terdengar asing untuk teman-teman, tapi tahukah bahwa peledak jenis ini adalah jenis bahan peledak yang dipakai oleh teroris dalam melakukan aksi teror di Brussels dan Paris [1]? Iya, kenyataannya memang seperti itu, karena bahan peledak jenis ini tidak memerlukan proses yang rumit dalam pembuatannya. Saya tidak akan menjelaskan bagaimana proses pembuatannya karena hal ini dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Di sini, saya akan sedikit menganalisa mengenai pernyataan “efek ledakannya memiliki radius 300 m” apa itu benar? Saya tidak akan menganalisis hal lain kecuali pernyataan di atas. Analisis yang saya gunakan berdasarkan textbook “Chemical Safety Process” karangan David A. Crowl dab Joseph F. Luvar. Perlu diingat bahwa analisis ini adalah analisis sederhana berdasarkan ilmu yang saya dapat di dunia perkuliahan. Baiklah ayo kita mulai.

Apa yang akan di analisis?

Jadi, hal yang akan di analisis di sini adalah probabilitas kerusakan/kematian yang ditimbulkan dari ledakan bahan peledak berjenis TATP ini. Hal yang akan di analisis secara lebih spesifik adalah sebagai berikut:

  1. Efek ledakan terhadap bangunan di sekitar
  2. Efek ledakan terhadap manusia (kematian dan kerusakan gendang telinga)

Di dalam textbook yang saya sebutkan di atas, terdapat bab yang membahas mengenai fire and explosion. Masih banyak hal lain yang bisa anda pelajari pada textbook di atas. Lalu bagaimana cara menganalisisnya?

Data-data yang diperlukan untuk analisis

Untuk melakukan analisis, tentunya diperlukan data-data yang sifatnya reliable. Data yang diperlukan antara lain

DataSatuanNilaiSumber
∆Hc TATPkJ/kg2803[2]
Massa TATPkg3[3]
-Efisiensi ledakan%85
∆Hc TNTkJ/kg4686[4]

Mulai!

Langkah pertama yang dapat kita lakukan adalah dengan menentukan massa TNT yang ekivalen dengan ledakan TATP. Persamaan yang digunakan adalah persamaan 6-24 [4]

m_{TnT}=\frac{\eta * m_{TATP}*\Delta{H_{C}TATP}}{\Delta{H_C}TNT}

m_{TnT}=\frac{85% * 3 kg*2803 kJ/kg}{4686 kJ/kgTNT}

Didapatkan massa ekivalen TNT sebesar 1,53 kg TNT. Langkah selanjutnya adalah dengan menghitung scaled distance (ze). Scaled distance digunakan untuk memperkirakan tekanan yang muncul secara tiba-tiba (overpressure) sebagai akibat dari ledakan yang terjadi. Tekanan inilah yang bersifat merusak/memberikan dampak kerusakan. Scaled distance dihitung dengan menggunakan persamaan 6-21 [4] di bawah.

z_e=\frac{r}{m_{TNT}^{1/3}}

z_e=\frac{300m}{(1,53 kg)^{1/3}}

Didapatkan scaled distance (ze) sebesar 260,62 m/kg^(1/3). Langkah selanjutnya adalah menghitung nilai perbandingan overpressure yang terjadi dengan menggunakan persamaan 6-23 [4]

Dari persamaan tersebut, perbandingan nilai overpressure dengan ambient pressure adalah 0,006. Jika nilai ambient pressure diangggap 1 atm (ekivalen dengan 101,32 kPa), maka overpressure yang terjadi adalah 0,643 kPa (ekivalen dengan 643 Pa). Dampak apa yang bisa ditimbulkan dengan munculnya overpressure 643 Pa ini dapat dilihat pada Tabel 6-9 [4]. Kebetulan pada gambar sudah saya beri tanda berwarna kuning.

Dapat dilihat pada Tabel di atas, overpressure sebesar 0,643 kPa akan menimbulkan pecah pada kaca jendela. Lalu berapa probabilitas kerusakan dan kerugian pada manusia jika terkena dampak overpressure sebesar 643 Pa ini?

Memperkirakan Dampak overpressure Terhadap Manusia

Untuk memperkirakan dampak overpressure yang terjadi pada manusia, Louvar sudah memberikan metode perkiraannya pada bab yang berbeda. Dampak yang terjadi diperkirakan dengan nilai probit (probability unit). Pembahasan mengenai nilai probit dapat ditemukan pada bab 2 Louvar. Untuk menghitung nilai probit (Y), persamaan yang digunakan adalah persamaan 2-5 [4].

Y = k_1 + k_2 *ln(V)

Pada persamaan di atas, dibutuhkan variabel V yang merupakan causative variable, k1 dan k2 yang didapat pada Tabel 2-5 [4] sebagai berikut:

Nah, sudah bisa di lihat, untuk kasus ledakan, ternyata causative variable yang digunakan adalah overpressure dalam satuan Pa. nilai k1 dan k2 juga dapat dihitung. Nilai probit dapat dihitung dengan persamaan 2-5 [4] di atas dengan memasukkan masing-masing variabel yang bersumber dari Tabel 2-5 di atas. Cara yang sama dapat dilakukan untuk memperkirakan berapa persen bangunan yang rusak pada jarak 300 m dari sumber ledakan.

Untuk mendapatkan presentase kemungkinan dari tiap-tiap kasus, digunakan tabel 2-4 [4] dengan mencari nilai probit terdekat.

Sebagai contoh, apabila hasil perhitungan probit didapatkan nilai 3, dari Tabel 2-4 diatas didapatkan bahwa kemungkinannya 2 – 3%. Untuk masing-masing kasus, didapatkan nilai probit dan presentase adalah sebagai berikut:

KasusYPresentase
Death from Lung hemorrhage-32,410%
Eardrum Ruptures-3,120%
Structural Damage-4,920%
Glass Breakage-0,060%

Dari analisis di atas, didapatkan bahwa 300 m dari sumber ledakan masih dikatakan relatif aman. Kemungkinan maksud dari pernyataan “efek ledakan memiliki radius 300 m” adalah bahwa akan ada sedikit kaca yang pecah karena overpressure yang ditimbulkan. Mungkin teman-teman penasaran dengan berapa % kemungkinan kasus-kasus di atas terjadi pada jarak kurang dari 200 m dari sumber ledakan. Tenang, sudah saya siapkan tabelnya, hehehe.

Overpressure Effect

Jarak dari Sumber Ledakan, mOverpressure, kPaEfek
3000,644Breakage of small windows under strain
2500,772Breakage of small windows under strain
2000,966Breakage of small windows under strain
1501,288Typical Pressure for Glass Breakage
1001,935Safe Distance
503,899Large and Small windows ussualy shatter, occasional damage to window frame
258,036Corrogated Asbestos shatters, corrogated steel or aluminium panels, etc

Jarak vs Presentase

Kasus300 m250 m200 m150 m100 m50 m25 m
Death from Lung hemorrhage0%0%0%0%0%0%0%
Eardrum Ruptures0%0%0%0%0%0%0%
Structural Damage0%0%0%0%0%0%1%
Glass breakage0%0%0%0%2%49%97%

 Kesimpulan

  1. Pernyataan “dampak ledakan bisa mencapai radius 300 m” belum dapat diketahui secara pasti kebenarannya. Namun hasil analisis menggunakan metode yang didapat dari Louvar, memberikan hasil bahwa dampak ledakan pada radius 300 m adalah pecahnya kaca jendela.
  2. Analisis yang dilakukan oleh penulis hanya berdasarkan data-data yang didapatkan penulis. Metode analisis didapatkan dari textbook.
  3. Analisis ini dilakukan dengan mengasumsikan tidak ada bahan/barang tambahan lain pada bom yang didapatkan dari tangan terduga teroris. Perlu diingat bahwa adanya bahan/barang tambahan (seperti paku dan sebagainya) dapat memberikan hasil analisis yang tidak valid apabila metode yang digunakan berasal dari Louvar.
  4. Analisis yang dilakukan menggunakan metode yang berasal dari textbook. Hasil analisis bisa saja memberikan hasil yang tidak sama dengan metode lain. Maksud penulis memberikan analisis ini adalah hanya keingin tahuan penulis belaka.
  5. Penulis tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan hasil dari analisis ini.
  6. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pembaca yang sudah menyempatkan waktunya berkunjung ke blog ini.

 Referensi

[1] http://www.businessinsider.co.id/brussels-attack-tatp-chemical-bombs-2016-3/?r=US&IR=T#6eqZY2Z9TxVrm2Tt.97

[2] http://fulltext.study/preview/pdf/673324.pdf

[3] https://news.detik.com/berita/d-3368342/polisi-masih-jaga-ketat-lokasi-temuan-bom-bekasi

[4] Crowl, D.A., Louvar, J.F., 2002, ‘Chemical Process Safety Fundamentals and Application’, 2nd ed., Prentice Hall Inc., USA

Bagikan ke temanShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn



Kategori

  • Arduino (3)
  • DIY Project (4)
  • Elektronika (2)
  • Iseng (1)
  • Programming (1)
  • Scilab (1)
  • Software (3)

  • 0 komentar pada “Sedikit Analisis tentang TATP

    - Belum ada komentar untuk post ini -

    Ada Komentar?


    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    *